Layanan Penerjemah Via SMS 0
Jumat, 7 Mei '10 11:17
Kamis kemarin (6/5), Telkomsel memperkenalkan layanan baru bernama SMS Translator yang merupakan bagian dari produk VAS (Value Added Services). Sebenarnya tidak ada yang istimewa pada layanan ini. Telkomsel bekerjasama dengan Google hanya memindahkan produk Google yang saat ini cukup populer yaitu Google Translate ke dalam format SMS. Jika selama ini Google Translate hanya bisa diakses melalui web, maka sekarang bisa lewat SMS. Beberapa smartphone juga memiliki aplikasi translator yang memanfaatkan layanan Google ini.
Menurut Jajang Munajat, GM VAS & Device Customization Telkomsel, alasan menyediakan layanan ini adalah tidak semua orang memiliki smartphone. Masih banyak yang memiliki ponsel biasa yang fiturnya sekedar SMS dan telepon. Nah, layanan SMS Translator ini lebih ditujukan kesitu. Selain katanya juga menyasar ke pelajar. Sehingga jika menemukan kata atau kalimat dalam bahasa asing atau sebaliknya dan pada waktu itu tidak bisa mengakses internet, maka bisa dilakukan lewat SMS.
Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan bisa mengirimkan SMS untuk diterjemahkan ke 4664 berisi kata atau kalimat dalam suatu bahasa, lalu sistem akan secara otomatis mendeteksi bahasa yang dikirim lalu menerjemahkan kata atau kalimat tersebut ke bahasa lain sesuai dengan permintaan pelanggan. Hasil terjemahan akan dikirim dalam bentuk SMS.
Jika kata atau kalimat yang dikirim dalam bahasa Indonesia, secara otomatis akan diterjemahkan ke bahasa Inggris. Sebaliknya, bila mengirim dalam bahasa asing maka akan diterjemahkan secara otomatis ke bahasa Indonesia. Saat ini baru 7 bahasa asing yang disupport yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol dan Portugis.
Nah, jika ingin menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa asing selain bahasa Inggris, cukup ketik kode bahasa lalu diikuti dengan kata atau kalimat yang diinginkan. Untuk mengetahui kode bahasa, bisa kirim SMS, ketik INFO2, kirim ke 4664.
Jika mengakses lewat aplikasi atau web browser gratis, paling tidak hanya dikenakan biaya koneksi internet, maka layanan SMS Translator ini berbayar. Pelanggan dikenakan biaya Rp 100 untuk setiap SMS terjemahan yang dikirim atau diterima. Jadi, total biaya yang dipotong adalah Rp 200.Tetapi itu untuk kalimat yang maksimal 160 karakter. Padahal translator tidak bisa menerjemahkan kata yang disingkat, seperti biasanya yang kita lakukan untuk menghemat karakter agar tidak melebihi 160 karakter. Jika melebih 160 karakter, misalnya 200 karakter, maka SMS akan dihitung dua. Jadinya pelanggan akan membayar Rp 200 ketika mengirim, dan Rp 200 ketika menerima. Totalnya menjadi Rp 400. Bukan termasuk tarif yang murah untuk layanan yang "hanya" menerjemahkan.
Karena pada Google Translate sendiri, terjemahan seringkali tidak tepat. Bisa dimaklumi karena yang bekerja adalah mesin, bukan manusia. Masih dimaklumi ketika kita mengakses Google Translate dan ada sedikit perbedaan arti pada suatu terjemahan. Tetapi SMS Translator ini layanan berbayar. Sudah sewajarnya pelanggan mengharapkan yang lebih. Dalam arti dengan membayar sebesar itu, sudah seharusnya pelanggan memperoleh terjemahan yang tepat sesuai konteks. Tetapi rupanya tidak demikian. SMS Translator ini murni memanfaatkan Google Translate. Tidak ada editor atau penerjemah yang manusia, bukan mesin, yang bisa mengoreksi hasil terjemahan sebelum dikirim ke pelanggan.
Bagi kita-kita pengguna yang tiap hari mengakses internet, kemungkinan besar layanan SMS Translator ini tidak berguna. Tetapi mungkin saja berguna ketika suatu saat dalam kondisi darurat. Misalnya sedang tidak bisa akses internet, padahal butuh terjemahan secara mendesak.
Terkait:
-
Perang tarif layanan BB murah
Minggu, 4 Jul '10 22:59 -
Daftar Pemenang Golden Ring Award 2010
Kamis, 22 Apr '10 16:36 -
iPhone Legal Non Telkomsel?
Senin, 19 Apr '10 17:43

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat