Mau SMS yang SKA atau yang berbasis interkoneksi? 13
Rabu, 10 Mar '10 16:15
"Pertarungan" antara Telkomsel dan sejumlah operator lainnya tentang SMS tampak memang bakal panjang dan seru. Pasalnya, sejumlah operator seperti Bakrie Telecom, Smart-Fren, Axis, Axis, Indosat, XL kompak untuk mempertahankan sistem yang ada saat ini, yaitu SKA (Sender Keep All), dimana pendapatan diambil seluruhnya oleh operator pengirim. Sementara Telkomsel keukeh mengusulkan agar diubah menjadi berbasis interkoneksi, yang mana penghasilan akan dibagi antara operator pengirim dan penerima.
Para penganut sistem SKA yang menolak rencana perubahan ini menganggap bahwa, SMS berbasis interkoneksi akan merugikan operator kecil. Juga dikhawatirkan perubahan ini akan berdampak pada tarif retail sms ke pelanggan akan naik. Sementara si pengusung ide berbasis interkoneksi, Telkomsel merasa bahwa sistem SKA merugikannya sebagai operator dengan jumlah pelanggan terbesar, dengan menguasai lebih dari 40% pangsa pasar. Apalagi ketika ketika para operator lain mengeluarkan program sms 'gratis' lintas operator, yang kabarnya membebani jaringan Telkomsel.
Keberatan Telkomsel ini yang kemudian berujung dengan usulan perubahan sistem yang sudah mereka kirimkan ke pihak regulator. Sepertinya, usulan operator plat merah ini diamini oleh pihak pemangku kebijakan. "Penerapan pola interkoneksi merupakan satu-satunya jalan keluar menyehatkan iklim kompetisi di jasa itu. Ini akan ampuh menghentikan kenakalan dari operator yang masih menjalankan promo SMS gratis yang dibalut dengan komunikasi iklan merugikan konsumen," ungkap Nonot Harsono, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kepada Koran Jakarta beberapa saat lalu. (lengkapnya bisa dibaca di sini)
Uniknya di saat polemik ini terjadi, tiba-tiba pada 3 Maret lalu Telkomsel mengumumkan program apresiasi ke pelanggan kartu As, berupa promo gratis 1000 SMS yang bisa digunakan setiap hari ke semua operator di Indonesia. Kata VP Product Marketing Telkomsel Lindayanti Harjono, "Setiap saat kami selalu mendengarkan kebutuhan pelanggan dan mencermati perkembangan kompetisi di industri selular. Program gratis 1.000 SMS ini merupakan bentuk perhatian kami untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan sekaligus merespon industri ini secara proporsional. Kami berharap bonus SMS gratis ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pelanggan Kartu As."
Sejatinya, apa alasan Telkomsel mengajukan usulan perubahan jika pada akhirnya ia sendiri masuk arena promo sms gratis antar operator? Bukankah ini era kompetisi?
*foto dari sini
Tag: SMS gratis, persaingan, SKA, BRTI, SMS gratis merugikan operator besar
Terkait:
-
Perlukah kode etik khusus promosi di industri telekomunikasi?
Senin, 26 Apr '10 20:22 -
Perang Tarif, Operator Kembali Diperingatkan Kominfo dan BRTI
Selasa, 13 Apr '10 18:01
Media Terkait:
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
mrbambang: Sucess Call
-
yusro: Cling
-
orangdalam: Sucess Call

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat