Kalah Jaringan di Daerah Perbatasan 0

Rabu, 10 Mar '10 15:41

Jangkauan sinyal seluler operator dalam negeri ternyata tak berkutik melawan kuatnya sinyal operator dari Malaysia di kawasan perbatasan. Ini merupakan masalah serius. Seperti dikutip dari detikInet, kejadian ini terjadi di kawasan perbatasan antara Desa Simanggaris, Sungai Ular, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan kawasan Tawau, Malaysia.

Kepala Dinas Kominfo Propinsi Kaltim katanya juga sudah meminta ke pemerintah pusat untuk mendesak operator GSM nasional memperkuat sinyalnya di kawasan itu. Tetapi sampai sekarang kondisinya ya masih seperti itu. Saat mereka berkunjung ke Dermaga Sungai Ular, Simanggaris, Kabupaten Nunukan, tidak satu pun sinyal operator seluler GSM nasional yang berhasil didapatkan.

Ketika sedang mencari sinyal, yang ada justru sinyal international roaming dari operator GSM Malaysia, Maxis. Padahal, pelanggan masih berada di wilayah Kaltim.Sungguh sangat disayangkan. Operator seharusnya tidak hanya memikirkan bisnis melulu, tetapi juga harus memikirkan nasionalisme. Meskipun, pada kenyataannya operator telekomunikasi nasional pun kebanyakan merupakan milik asing. Tetapi mereka beroperasi di Indonesia dan mengatasnamakan sebagai perusahaan nasional dengan karyawan orang Indonesia dan target pelanggan pun adalah orang Indonesia.

Pemerintah sepertinya juga harus lebih tegas dalam menuntut operator untuk menyediakan jaringan di daerah perbatasan. Mungkin dengan memberikan berbagai keringanan atau kemudahan. Jika daerah perbatasan tidak diperhatikan, tidak perlu kaget atau marah jika nanti semakin banyak daerah kita yang dicaplok negara lain. Bagaimana menurut Anda?

 

---
Sumber Ilustrasi : roels-studio.blogspot.com


Tag: Sinyal, Operator, GSM, telekomunikasi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Media Terkait:

    Siapa saja yang merating artikel ini:

    Komentar:

    Silahkan login untuk memberikan pendapat